Catatan Hasil Tambang Tanggal: 25 Februari 2026
Logbook Penambangan – Lokasi Rawa Sawit
- Lapisan koral dan pasir yang diambil kemungkinan berada di zona yang sudah “bersih” dari aliran emas.
- Perlu observasi ulang arah arus lama dan struktur lapisan tanah di bawahnya.
- Besok perlu uji titik sedikit lebih dalam atau bergeser beberapa meter dari area hari ini.
- Tambang selalu jujur. Ia tidak pernah berbohong—hanya menguji kesabaran.
Catatan Lapangan — Tentang Sebuah Batu Kuning
Hari ini aku membawa pulang satu batu yang sempat membuat jantung berdebar lebih cepat dari biasanya. Warnanya kuning kecokelatan, sekilas seperti menyimpan harapan. Di tengah lumpur, di antara lelah dan suara mesin, benda kecil ini sempat membuat pikiranku melompat jauh: bagaimana kalau ini emas?
Sesampainya di rumah, aku membersihkannya perlahan. Air mengalir, lumpur luruh, dan warna aslinya mulai terlihat jelas. Kuningnya bukan kilap logam, melainkan warna tanah yang teroksidasi. Ada bercak hitam dan bagian putih keabu-abuan yang kemungkinan besar silika atau kuarsa. Bukan kilau yang hidup. Lebih seperti noda waktu yang menempel pada batu.
Aku menatapnya cukup lama.
Sebagai penambang, aku tahu satu hal penting: harapan itu perlu, tapi bukti jauh lebih penting. Batu ini mengajarkanku lagi tentang objektivitas. Tidak setiap warna kuning adalah emas. Tidak setiap kilap adalah keberuntungan.
Namun aku tidak kecewa.
Justru di sinilah prosesnya terasa nyata. Setiap batu yang kuangkat adalah bagian dari perjalanan belajar. Kesalahan membaca tanda hari ini adalah bekal ketajaman esok hari. Tambang bukan hanya soal hasil gram, tapi soal melatih insting, kesabaran, dan ketahanan mental.
Batu ini mungkin bukan emas.
Tapi ia tetap menyimpan pelajaran.
Dan dalam dunia tambang, pelajaran itu nilainya sering lebih mahal daripada satu butir serpihan.
— Kidigo