Siang tadi saya menghadiri acara perpisahan dan wisuda Kelompok Bermain (KB) putri saya, Mutiara Salsabila Ayumi. Sebuah acara sederhana, tetapi entah mengapa terasa begitu bermakna.
Saat melihatnya mengenakan toga kecil dan medali di lehernya, pikiran saya melayang ke beberapa tahun lalu. Rasanya baru kemarin saya menggendongnya yang masih sangat kecil, belajar berjalan dengan langkah yang belum seimbang, dan belajar mengucapkan kata demi kata. Waktu ternyata berjalan jauh lebih cepat daripada yang sering saya sadari.
Wisuda KB tentu bukan pencapaian akademik yang besar. Tidak ada gelar, tidak ada prestasi luar biasa yang diumumkan. Namun bagi seorang ayah, ini adalah penanda bahwa anaknya sedang bertumbuh dan perlahan meninggalkan fase-fase awal masa kecilnya.
Saya menyadari bahwa perjalanan pendidikan sebenarnya bukan tentang seberapa cepat anak bisa membaca atau berhitung. Yang lebih penting adalah bagaimana ia belajar menjadi pribadi yang baik, berani mencoba hal baru, menghormati orang lain, dan memiliki rasa ingin tahu terhadap dunia di sekitarnya.
Hari ini saya melihat Mutiara berdiri bersama teman-temannya. Sebagian tampak ceria, sebagian malu-malu, dan sebagian lagi sibuk memperhatikan hal lain di sekitarnya. Mereka semua sedang berada di awal perjalanan panjang yang kelak akan membawa mereka ke arah yang berbeda-beda.
Sebagai orang tua, saya tidak memiliki harapan yang muluk-muluk. Saya hanya berharap Mutiara tumbuh sehat, memiliki akhlak yang baik, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Jika kelak ia berhasil meraih cita-citanya, itu adalah bonus. Yang terpenting adalah ia tumbuh menjadi manusia yang baik.
Setelah acara selesai dan saya menggendongnya untuk berfoto, saya menyadari satu hal sederhana: waktu tidak pernah berhenti. Hari ini wisuda KB, beberapa tahun lagi mungkin wisuda SD, lalu SMP, SMA, dan entah bagaimana nanti kehidupan akan membawanya melangkah lebih jauh.
Untuk saat ini, saya hanya ingin menikmati momen kecil ini.
Selamat atas kelulusanmu, Nak. Teruslah tumbuh, belajar, dan melangkah. Ayah akan selalu mendoakanmu dari belakang, sambil melihatmu berjalan menuju masa depanmu sendiri.
— Kidigo