Kidigo

Documenting life journeys, DIY machine mods, and craft. A digital logbook for independent creators to share stories, work in silence, and build tools.

Dua Putri, Dua Permata Kehidupan


3 Juni 2026

Malam itu berbeda dari malam-malam sebelumnya.

Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, tangisan pertama seorang bayi perempuan memecah keheningan. Tangisan yang sederhana, namun mampu mengubah dunia kecil kami untuk selamanya.

Di tengah rasa syukur, lelah, haru, dan kebahagiaan yang bercampur menjadi satu, aku menggendongnya untuk pertama kali. Tubuhnya kecil, hangat, dan rapuh. Sulit dipercaya bahwa beberapa saat sebelumnya ia masih berada dalam perlindungan rahim ibunya.

Sebagai seorang ayah, ada satu tugas yang sejak lama telah aku nantikan.

Aku mendekatkan wajahku ke telinganya.

Lalu perlahan mengumandangkan adzan.

Kalimat-kalimat pertama yang kuharapkan ia dengar di dunia ini bukanlah suara kendaraan, bukan pula hiruk-pikuk manusia, melainkan seruan tauhid dan kebesaran Allah.

Setelah itu, aku melanjutkan dengan iqamah.

Momen yang hanya berlangsung beberapa menit, namun terasa begitu panjang dalam ingatan.

Pada malam itu pula, sebuah nama resmi kuletakkan pada dirinya.

Aurelia Zareen Ayumi.

Nama yang tidak lahir dalam satu malam.

Nama itu melewati banyak pertimbangan, pencarian makna, dan perenungan.

Aurelia bermakna keemasan, sesuatu yang berharga dan bercahaya.

Zareen memiliki makna emas, bernilai tinggi, dan mulia.

Sedangkan Ayumi adalah nama yang memiliki tempat istimewa dalam keluarga kami. Nama itu berasal dari bundanya, dan sengaja kusisipkan sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada perempuan yang telah mengandung, menjaga, dan melahirkan kedua putri kami.

Karena itulah, baik anak pertama maupun anak kedua kami sama-sama membawa nama itu.

Putri pertama kami bernama:

Mutiara Salsabila Ayumi

Dan kini hadir adiknya:

Aurelia Zareen Ayumi

Jika kupikirkan kembali, mungkin ini bukan kebetulan.

Mutiara adalah permata yang lahir dari laut.

Sedangkan Aurelia dan Zareen sama-sama memiliki makna yang berkaitan dengan emas.

Dua putri.

Dua permata.

Dua anugerah yang Allah titipkan kepada kami.

Yang satu telah berusia enam setengah tahun dan kini resmi menjadi seorang kakak.

Yang satu baru saja membuka mata untuk pertama kalinya melihat dunia.

Malam ini aku menyadari satu hal.

Waktu berjalan jauh lebih cepat daripada yang sering kita sadari.

Rasanya belum lama aku menggendong Mutiara sebagai bayi. Kini ia berdiri di samping ranjang, memperhatikan adiknya dengan rasa penasaran yang sulit disembunyikan.

Dan aku tahu, beberapa tahun dari sekarang, aku akan kembali membuka tulisan ini sambil tersenyum.

Mungkin saat itu Mutiara sudah remaja.

Mungkin Aurelia sudah berlari ke sana kemari.

Mungkin banyak hal telah berubah.

Namun aku berharap satu hal tetap sama.

Bahwa mereka selalu tahu bahwa sejak hari pertama kehidupan mereka, mereka dicintai.

Bukan karena prestasi mereka.

Bukan karena nilai sekolah mereka.

Bukan karena apa yang akan mereka capai kelak.

Tetapi karena mereka adalah putri-putri kami.

Dan itu sudah lebih dari cukup.

Selamat datang di dunia, Aurelia Zareen Ayumi.

Semoga langkahmu selalu dipenuhi keberkahan.

Dan semoga suatu hari nanti, ketika kau membaca tulisan ini, kau tahu bahwa pada malam kelahiranmu, ayahmu adalah salah satu manusia paling bahagia di muka bumi.


Kidigo
Ayah dari Mutiara Salsabila Ayumi dan Aurelia Zareen Ayumi

#KelahiranAurelia #AureliaZareenAyumi #LogbookKidigo #CatatanAyah #AyahDanAnak #Keluarga #JurnalKehidupan #FamilyStory #ParentingJourney #Syukur #AnugerahTerindah #DuaPutri #MutiaraDanAurelia #KidigoDiary #LifeLog #AyumiFamily 🌷✨

BAGIKAN: