Kidigo

Documenting life journeys, DIY machine mods, and craft. A digital logbook for independent creators to share stories, work in silence, and build tools.

3 Kilometer yang Tidak Sia-Sia

Pagi ini saya berangkat tanpa banyak rencana, hanya niat sederhana: masuk hutan dan lihat apa yang bisa ditemukan. Perjalanan kurang lebih 3 kilometer—tidak terlalu jauh kalau di peta, tapi cukup terasa di kaki ketika jalannya tanah, akar, dan naik-turun.
Perlengkapan saya juga tidak ribet. Sebilah golok di pinggang, tas kecil isi toolkit seperlunya, dan tongkat kayu yang saya ambil di pinggir hutan sebelum masuk. Tongkat itu bukan cuma pegangan, tapi jadi teman juga—kadang buat cek tanah di depan, kadang buat dorong semak yang terlalu rapat.

Semakin masuk ke dalam, suasana berubah. Suara motor hilang, diganti suara air dan gesekan daun. Udara lebih lembap, dan bau tanah basah itu… jujur saja, bikin kepala lebih tenang.

Di tengah perjalanan, saya menemukan aliran sungai kecil. Airnya jernih, mengalir di antara batu-batu besar. Saya berhenti cukup lama di situ. Duduk, diam, cuma dengar suara air lewat. Tidak ada target, tidak ada yang dikejar—hanya momen itu saja.
Baju sudah basah oleh keringat, tapi rasanya ringan. Capek ada, tapi bukan capek yang mengganggu. Lebih ke capek yang “bayarannya jelas.”

Perjalanan seperti ini mengingatkan satu hal sederhana: kadang kita tidak butuh banyak untuk merasa cukup. Cukup jalan, cukup diam, cukup hadir.

Besok mungkin kembali ke rutinitas. Tapi hari ini, saya simpan dulu—di kepala, dan di sini.
BAGIKAN: