Daftar Isi

Malam yang Penuh Pikiran

LOGBOOK — #10082026

Malam ini aku memilih untuk berhenti sejenak.

Tidak ada pekerjaan yang harus dikejar. Tidak ada orang yang perlu kulayani. Tidak ada perdebatan yang harus kumenangkan. Hanya aku, sebuah rokok di tangan, asap yang perlahan naik, dan kepala yang entah kenapa masih terus bekerja.

Aku duduk sendiri di sudut rumah.

Lampu menerangi sebagian ruangan, sementara sebagian lainnya tenggelam dalam bayangan. Asap rokok bergerak perlahan di udara, lalu menghilang begitu saja.

Mungkin begitulah beberapa hal dalam hidup.

Datang membawa beban, memenuhi kepala, kemudian perlahan menghilang—meskipun tidak selalu meninggalkan kita dalam keadaan yang sama.

Ada banyak cerita yang sebenarnya ingin keluar malam ini.

Tentang hidup.
Tentang pekerjaan.
Tentang orang-orang.
Tentang harapan yang kadang terasa semakin jauh.
Tentang usaha yang sudah diberikan, tetapi belum tentu dihargai.

Namun sebagian besar tetap kusimpan.

Bukan karena tidak punya cerita.

Hanya saja, tidak semua orang perlu tahu apa yang sedang kita perjuangkan.

Aku belajar bahwa terkadang wajah yang tenang menyimpan kepala yang sangat ramai.

Malam ini pun begitu.

Aku tersenyum kecil, menghisap rokok perlahan, lalu membiarkan pikiran berjalan ke mana-mana.

Ada hal-hal yang ingin kuubah.
Ada keputusan yang mungkin ingin kuambil kembali.
Ada jalan yang ternyata tidak semudah yang dulu kubayangkan.

Tetapi hidup tidak menyediakan tombol rewind.

Yang tersedia hanya satu pilihan:

terus berjalan.

Mungkin pelan.

Mungkin sambil membawa luka.

Mungkin sesekali harus berhenti untuk menarik napas.

Tapi tetap berjalan.

Rokok di tangan akhirnya semakin pendek. Bara merahnya perlahan mendekati ujung.

Dan aku melihat sesuatu yang sederhana dari sana:

Sesuatu bisa terbakar dan tetap memberikan cahaya untuk sementara.

Begitu pula manusia.

Kadang kita merasa sedang terbakar oleh keadaan. Tekanan, tanggung jawab, kegagalan, perkataan orang, dan berbagai hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Tetapi selama masih ada napas, cerita belum selesai.

Malam ini aku tidak sedang mencari jawaban untuk semuanya.

Aku hanya sedang memberi diriku sendiri kesempatan untuk berhenti sebentar.

Besok, mungkin masalah yang sama masih menunggu.

Tetapi besok aku juga masih ada.

Dan itu sudah cukup untuk melanjutkan perjalanan.


---

Catatan malam

Tidak semua keheningan berarti kosong.
Kadang keheningan adalah tempat seseorang mengumpulkan dirinya kembali.

Quote

Rokok itu akhirnya habis, asapnya menghilang, malam pun berlalu. Tetapi selama napas masih ada, aku belum selesai.


Artikel Sebelumnya Baca postingan ini