Daftar Isi

I’m Fine

Logbook "I’m Fine" - 8 Agustus 2026 | Malam


Selepas Isya, malam terasa cukup tenang.

Saya melakukan video call dengan istri dan kedua putri saya yang berada di kampung. Hanya percakapan sederhana, melihat wajah mereka dari balik layar, mendengar suara mereka, dan memastikan semuanya baik-baik saja.

Namun entah kenapa, malam ini kepala saya terasa begitu penuh.

Di tengah percakapan, saya sempat terdiam dan melamun. Tidak banyak bicara. Pikiran saya seperti berjalan ke banyak arah sekaligus.

Istri saya yang mungkin sudah terlalu mengenal saya akhirnya bertanya,

“Ayah kenapa? Kok diam dan bengong seperti itu. Kayak ada yang dipikirkan saja.”

Saya hanya tersenyum.

Kemudian menjawab pendek,

“I’m fine!!”

Padahal kalau boleh jujur, mungkin kalimat itu tidak sepenuhnya benar.

Bukan berarti saya sedang baik-baik saja. Hanya saja, ada banyak hal yang sedang memenuhi kepala dan tidak semuanya mudah untuk diceritakan.

Ada pekerjaan yang harus dipikirkan. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan. Ada banyak keputusan yang harus dibuat. Ada kekhawatiran tentang hari esok. Dan ada keluarga yang jauh di kampung, yang setiap kali melihat wajah mereka justru membuat saya semakin sadar bahwa ada begitu banyak hal yang harus saya perjuangkan.

Begitulah mungkin kehidupan seorang laki-laki.

Dari luar terlihat diam.

Duduk.

Tersenyum.

Menjawab, “I’m fine.”

Padahal di dalam kepala, ada begitu banyak percakapan yang tidak pernah terdengar oleh siapa pun.

Tetapi malam ini saya belajar satu hal:

Tidak semua masalah harus selesai malam ini.

Ada perkara yang memang harus diletakkan sebentar. Bukan karena menyerah, tetapi karena kepala juga membutuhkan ruang untuk bernapas.

Besok pekerjaan masih menunggu.

Tanggung jawab masih ada.

Masalah mungkin belum berubah.

Tetapi semoga ketika matahari kembali terbit, saya bisa bangun dengan pikiran yang sedikit lebih ringan dan tenaga yang kembali terkumpul.

Karena pada akhirnya, ada dua putri kecil yang mungkin belum mengerti beratnya dunia, tetapi mereka tahu satu hal sederhana:

Ayah mereka sedang berjuang untuk pulang.

Dan ada seorang istri yang bahkan dari kejauhan masih bisa melihat ketika suaminya sedang tidak baik-baik saja.

Mungkin itulah sebabnya pertanyaan sederhana tadi terasa begitu dalam.

“Ayah kenapa?”

Tidak ada jawaban panjang malam ini.

Hanya senyum.

Dan sebuah kalimat yang mungkin terlalu sering digunakan oleh laki-laki ketika pikirannya sedang penuh:

“I’m fine.”

---

๐Ÿ“ Catatan malam


Tidak semua diam berarti tenang.
Tidak semua senyum berarti bahagia.
Dan tidak semua kalimat “aku baik-baik saja” berarti tidak ada beban.

Kadang seorang laki-laki hanya sedang mengumpulkan tenaga untuk menghadapi hari berikutnya.

Dan malam ini, saya memilih untuk berhenti sejenak. Bukan menyerah. Hanya bernapas.

๐Ÿ’ฌ Quote


“Laki-laki bukan tidak punya beban. Ia hanya sering belajar membawanya dalam diam.”
Artikel Sebelumnya Baca postingan ini