Apalagi menjelang lebaran.
Tadi sore aku menelepon ke kampung. Berbicara dengan anak dan istriku. Melepaskan rindu lewat suara yang begitu akrab di telinga. Walau hanya lewat telepon, rasanya seperti sejenak pulang ke rumah.
Namun tiba-tiba hati ini bergetar hebat.
Pikiranku melayang jauh ketika istriku bertanya dengan suara pelan,
"Ndak do bali baju rayo anak de?"
(Tidak ada beli baju lebaran untuk anak?)
Pertanyaan sederhana, tapi terasa begitu dalam menghantam hati.
Aku terdiam sejenak.
Aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Lokasi demi lokasi sudah ku tempuh. Rintangan dan hambatan tak pernah kuhiraukan. Semak belukar, akar berduri, jurang dalam, hingga jalan terjal tidak pernah mampu meruntuhkan semangatku untuk mencari titik tambang emas.
Namun hari ini, hasil belum juga berpihak.
Meski begitu, aku tetap yakin pada satu hal.
Allah memiliki rencana-Nya sendiri untuk setiap hamba. Dan Dia tidak akan pernah menguji seseorang di luar batas kemampuannya.
Mungkin ini hanya bagian dari perjalanan.
Perjalanan seorang ayah yang sedang berjuang.