🌱 Awal Kehidupan
Saya lahir di Banyuwangi, 8 Februari 1992, dari keluarga sederhana—ayah dari Batusangkar, Sumatra, dan ibu dari Semarang, Jawa. Sejak kecil saya bercita-cita menjadi pilot, membayangkan diri terbang menembus awan dan melihat dunia dari angkasa. Namun, takdir membawa saya ke jalur lain: bukan terbang di langit, tapi berpijak di tanah, menyatu dengan alam.
🌾 Menemukan Jalan di Pertanian & Peternakan
Seiring waktu, saya menemukan panggilan sejati sebagai petani dan peternak. Dari sawah dan ladang, saya belajar arti kesabaran dan ketekunan. Dari ayam-ayam yang saya rawat, saya belajar arti tanggung jawab. Lalu lahirlah Terracing Farm, sebuah inisiatif pertanian organik dan peternakan berkelanjutan yang berfokus pada ayam KUB, pakan organik, kopi jahe, dan produk fungsional berbasis bahan lokal.
🔥 Petualangan Bushcraft di Hutan
Namun hidup saya tidak hanya di ladang dan kandang. Hutan, gunung, dan sungai menjadi ruang belajar kedua. Dalam bushcraft saya menemukan kebebasan: menyalakan api dengan keterbatasan, membangun tempat berlindung dari alam, hingga tidur di bawah bintang. Setiap petualangan mengajarkan bahwa manusia hanyalah tamu kecil di rumah besar bernama alam.
⛏️ Mencari Emas di Sungai
Selain bercocok tanam, saya juga menekuni petualangan mendulang emas. Menyusuri aliran sungai, membaca tanda-tanda di tanah dan bebatuan, hingga mencoba cara-cara tradisional dan modern. Bagi saya, emas bukan sekadar logam mulia, tapi simbol perjuangan, kesabaran, dan penghargaan dari alam bagi mereka yang tekun.
🌍 Kidigo’s Journey
Semua pengalaman itu—bertani, beternak, berinovasi, menjelajah hutan, hingga mendulang emas—saya tuangkan dalam Kidigo’s Journey. Sebuah catatan perjalanan hidup sederhana yang saya yakini bisa menjadi inspirasi: bahwa kemandirian, keberlanjutan, dan kebersamaan dengan alam adalah jalan terbaik untuk masa depan.