Untuk diriku sendiri, yang telah bertahan sejauh ini.
Ingin kupeluk diriku sendiri, lalu berkata:
Assalamualaikum, ila ruhi wa jasadi.
Wahai jiwa dan ragaku, apa kabarmu hari ini?
Terima kasih telah menjadi yang terbaik.
Terima kasih telah bertahan sejauh ini.
Kamu hebat.
Kamu kuat.
Maaf jika selama ini aku terlalu sering mengabaikan kebahagiaanmu. Terlalu sibuk mengejar sesuatu, memenuhi tanggung jawab, dan memastikan orang-orang di sekelilingku baik-baik saja, hingga terkadang lupa memastikan bahwa diriku sendiri juga baik-baik saja.
Namun, kamu selalu berusaha tegap dan berdiri.
Meski sesekali kamu terbaring tak berdaya, meski ada hari-hari ketika rasanya begitu sulit untuk melangkah, kamu tetap mengerahkan seluruh tenaga untuk bangkit kembali.
Maaf atas segala luka yang pernah kutorehkan pada diriku sendiri. Maaf juga atas luka yang ditinggalkan oleh orang lain, yang terkadang harus kamu tanggung dalam diam.
Terima kasih karena tidak menyerah.
Teruslah kuat, wahai diriku. Namun, jika suatu hari kamu lelah, beristirahatlah. Kamu tidak harus selalu terlihat kuat untuk membuktikan bahwa kamu mampu bertahan.
Tetaplah berprasangka baik kepada Allah atas setiap takdir-Nya. Sebab, tidak semua yang kita inginkan harus menjadi kenyataan, dan tidak semua yang terasa menyakitkan berarti kehidupan telah kehilangan kebaikannya.
Selagi usia terus berkurang, selagi waktu masih memberi kesempatan, teruslah memperbaiki diri.
Belajarlah menjadi lebih sabar, lebih ikhlas, lebih bijaksana, dan lebih dekat kepada-Nya.
Jangan hanya bertambah usia, tetapi juga bertambah makna dalam setiap langkah kehidupan.
Hingga kelak, ketika perjalanan ini sampai pada penghujungnya, semoga kita tidak hanya menjadi seseorang yang telah berjuang keras untuk hidup, tetapi juga seorang hamba yang semakin mengenal Tuhannya.
Terima kasih, diriku.
Untuk semua hari yang berhasil kamu lewati, untuk semua air mata yang kamu sembunyikan, dan untuk setiap kali kamu memilih bangkit meski tak seorang pun tahu betapa sulitnya.
Mari kita lanjutkan perjalanan ini.
Bukan dengan tuntutan untuk selalu kuat, melainkan dengan hati yang lebih lapang, jiwa yang lebih tenang, dan iman yang terus bertumbuh.
Bismillah, untuk hari-hari yang masih Allah izinkan.
Sebelum berharap dipahami dunia, belajarlah memahami dirimu sendiri. Sebab, ada luka yang hanya bisa kau akui ketika kau berani berhadapan dengan dirimu sendiri.