Daftar Isi

Malam Ketika Aku Hanya Ingin Berhenti Sejenak

Logbook #19082026

Ada hari-hari ketika tubuh masih sanggup bekerja, tetapi pikiran sudah meminta berhenti.

Mungkin hari ini salah satunya.

Sudah beberapa hari aku bekerja seperti biasa. Masuk ke lokasi, menghidupkan mesin, menggali, mengangkat material, mengolahnya, lalu berharap ada cukup rezeki yang bisa dibawa pulang.

Tapi ternyata tidak selalu begitu.

Ada kalanya kita sudah memberikan tenaga semampunya, namun hasilnya hanya cukup untuk membuat kita bisa kembali bekerja esok hari.

Dan entah kenapa, justru keadaan seperti itu yang paling melelahkan.

Bukan karena pekerjaannya terlalu berat.

Tetapi karena setelah semuanya selesai, masih ada satu hal yang terus berputar di kepala yaitu "Keluarga" .

Anak-anak dan istriku di kampung.

Aku ingin mengirim sesuatu untuk mereka. Tidak harus banyak. Bahkan mungkin sederhana saja.

Tapi beberapa hari ini aku belum mampu.

Ada rasa bersalah yang sulit dijelaskan ketika kita berada jauh dari keluarga, bekerja setiap hari, tetapi belum bisa mengatakan,

"Ini untuk kalian."

Aku tahu mereka mungkin mengerti.

Aku tahu mereka mungkin tidak menuntut.

Tapi sebagai seorang suami dan ayah, tetap saja ada bagian dari diriku yang merasa belum melakukan cukup banyak.

Malam ini aku hanya duduk diam.

Tidak sedang memikirkan bagaimana mendapatkan hasil yang lebih banyak.

Tidak sedang menghitung berapa biaya yang sudah keluar.

Tidak sedang mencari kesalahan siapa pun.

Aku hanya sedang mencoba mengumpulkan kembali tenaga yang rasanya tercecer di sepanjang hari.

Mungkin hidup memang seperti ini.

Ada masa ketika kita berjalan dengan mudah.

Ada masa ketika setiap usaha terasa menghasilkan sesuatu.

Dan ada masa ketika kita hanya mampu bertahan sambil berharap keadaan segera berubah.

Aku sedang berada di masa yang terakhir.

Tapi aku tidak ingin menganggapnya sebagai akhir.

Besok, kalau tubuh sudah sedikit lebih baik, aku akan kembali bekerja.

Kembali mencoba.

Kembali mencari rezeki yang entah masih bersembunyi di balik tanah, di dasar sungai, atau mungkin di tempat yang belum pernah kupikirkan sebelumnya.

Karena aku punya alasan untuk terus berjalan.

Mereka yang menungguku di rumah.

Malam ini aku tidak ingin berpura-pura kuat.

Aku hanya ingin jujur kepada diriku sendiri:

Aku lelah.

Sangat sangat lelah.


Tapi setelah semua yang kulewati, aku tahu satu hal—

berhenti sebentar bukan berarti menyerah.

Jadi malam ini, biarkan aku istirahat.

“Aku hanya lelah, bukan menyerah.”

Besok coba lagi.

Pelan-pelan.

Satu langkah lagi.

Untuk mereka. ❤️

Kidigo

Artikel Sebelumnya Baca postingan ini