Kidigo

Orang Lain Melihat Akar biasa, Saya Melihat Tali

Orang Lain Melihat Akar biasa, Saya Melihat Tali


Pagi ini saya kembali menemukan akar tumbuhan yang hidup menumpang pada pohon besar. Sudah beberapa kali saya memanfaatkan akar seperti ini sebagai tali alami, sehingga ketika melihat ukurannya cukup panjang, saya langsung berpikir untuk mengambilnya.
Akar yang saya pilih memiliki panjang sekitar 5 meter. Setelah dipotong, saya membersihkannya dari tanah, lumut, dan akar-akar kecil yang masih menempel. Tahap ini memang sederhana, tetapi cukup penting agar seratnya lebih mudah diolah.

Seperti yang biasa saya lakukan, akar tersebut kemudian saya rebus menggunakan sedikit garam. Tujuannya bukan sebagai pengawet, melainkan agar seratnya menjadi lebih lentur saat dijalin. Setelah dirasa cukup, akar saya angkat, didinginkan sebentar, lalu mulai saya jalin menjadi seutas tali.

Proses penjalinan selalu membuat panjang akar berkurang. Dari sekitar empat meter, akhirnya saya mendapatkan tali dengan panjang kurang lebih 190 cm. Meskipun lebih pendek, hasilnya jauh lebih padat dan terasa lebih kuat dibandingkan akar yang belum dijalin.

Tali ini akan saya tambahkan ke dalam perlengkapan bushcraft sebagai tali cadangan untuk flysheet maupun kebutuhan lain di hutan. Saya memang lebih menyukai perlengkapan yang dibuat sendiri dari bahan-bahan yang tersedia di alam. Selain lebih hemat, setiap proses pembuatannya juga menambah pengalaman dan pemahaman tentang karakter bahan alami yang saya temukan.

Bagi saya, bushcraft bukan hanya soal bertahan hidup di alam. Bushcraft adalah kemampuan mengenali potensi di sekitar. Akar yang bagi orang lain mungkin hanya dianggap bagian dari hutan, bagi saya bisa berubah menjadi perlengkapan yang benar-benar berguna.

Hari ini, koleksi tali bushcraft saya kembali bertambah satu.
BAGIKAN: