Hari ini aku memilih tidak pergi ke tambang emas. Bukan karena malas. Bukan pula karena menyerah. Tapi karena suasana belum benar-benar pulih sejak kemarin.

Kemalangan itu masih terasa dekat. Terlalu dekat. Satu anggota tambang pergi dengan cara yang tak pernah kami harapkan. Dan ketika tanah yang biasanya kami gali untuk mencari rezeki tiba-tiba menjadi saksi kehilangan, rasanya langkah ini berat untuk kembali begitu saja.

Hari ini aku diam sejenak. Menghela napas lebih panjang. Mengingat bahwa hidup tidak hanya tentang mengejar hasil, tapi juga tentang menjaga diri dan menghargai setiap detik yang masih diberi.

Tambang itu tetap ada. Emas itu tetap di dalam perut bumi. Tapi nyawa manusia tidak pernah bisa ditukar dengan apa pun.

Besok atau lusa aku akan kembali. Dengan hati yang lebih siap. Dengan pikiran yang lebih sadar bahwa setiap ayunan cangkul bukan hanya soal penghasilan, tapi juga soal keselamatan.

Hari ini bukan tentang berhenti. Hari ini tentang memberi ruang untuk berduka, merenung, dan menguatkan diri.

Karena kadang, langkah paling bijak adalah tidak melangkah dulu.