Hasil yang didapatkan hari ini juga tidak seberapa. Bahkan jika dihitung dengan jujur, hasil emasnya belum mampu menutup biaya minyak mesin untuk bekerja hari ini. Besok mungkin kita akan menambah uang dari saku masing-masing untuk membeli minyak mesinnya. Itulah realita di lapangan: kerja keras tidak selalu langsung berbanding lurus dengan hasil.
Kesulitan semakin terasa ketika material yang terlalu banyak membuat papan sluice box tidak mampu menahan beban. Koral dan batu menumpuk hingga akhirnya kaki-kaki papan itu patah. Saat itu kami sadar, medan yang kami hadapi di lokasi ini memang terlalu berat untuk dilanjutkan.
Setelah berdiskusi bersama, kami akhirnya sepakat untuk mencari lokasi baru. Keputusan ini bukan karena menyerah, tetapi karena harus berpikir lebih bijak agar tenaga, waktu, dan biaya tidak habis sia-sia.
Besok sepertinya kami tidak akan turun bekerja seperti biasa. Rencananya kami akan melakukan survei untuk mencari titik baru yang lebih memungkinkan. Harapannya sederhana: semoga di lokasi yang baru nanti Allah memberikan jalan rezeki yang lebih baik.
Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Tentu ada harapan kecil di dalam hati agar sebelum hari itu tiba, kami bisa membawa pulang sesuatu dari perjuangan ini—bukan hanya cerita lelah, tetapi juga hasil yang bisa dibawa pulang dengan rasa syukur.
Karena dalam hidup seorang penambang, harapan selalu dimulai dari satu hal sederhana: mencoba lagi di tempat yang berbeda.